Bikin Karakter Unik: Nggak Perlu Superpower, Cukup Bikin Dia Janggal

Tips Menulis Syafree

Halo, bre.

Banyak yang tanya, “Gimana sih cara bikin karakter yang beda dari yang lain?” Mereka mau karakter yang “unik,” punya kepribadian yang nggak pasaran. Wkwkwk. Sebenarnya gampang. Kamu cuma perlu bikin dia nggak pas di lingkungannya. Itu saja.

Nggak perlu mikir dia harus punya kekuatan super atau hobi yang aneh-aneh banget. Cukup bikin dia jadi anomali.

Aku mengamati, ini beberapa cara yang bisa kamu pakai:

1. Hobi yang Janggal

Hobi umum itu kayak baca buku, nulis, atau main bola. Itu biasa. Coba cari hobi yang bikin orang geleng-geleng kepala atau setidaknya, bikin mereka bertanya-tanya.

Contoh:
Kolektor gigi palsu bekas.
Penyuka burung merpati balap di tengah kota metropolitan.
Ahli meracik jamu tradisional di komunitasvlogger kecantikan.
Peneliti sejarah kuliner kuno yang cuma makan mi instan.

Hobi yang janggal ini bisa jadi pemicu plot, lho. Misal, karaktermu yang hobi koleksi gigi palsu bekas, nggak sengaja nemu gigi palsu yang ternyata punya petunjuk harta karun. Kan lumayan.

2. Pekerjaan yang Nggak Biasa

Dokter, guru, musisi, itu sudah sering. Coba pekerjaan yang bikin pembaca mengernyitkan dahi. Yang butuh riset sedikit, tapi hasilnya sepadan.

Contoh:
Kurator museum barang-barang mistis.
Penyelam pembersih akuarium raksasa di mal mewah.
Penulis surat cinta bayaran untuk para birokrat.
Pembuat patung dari limbah elektronik.
* Penerjemah bahasa isyarat untuk simpanse.

Pekerjaan yang unik ini otomatis membuka gerbang ke dunia baru. Pembaca akan penasaran. Otomatis kamu harus riset, biar nggak ngawur. Jangan sampai karaktermu jadi penyelam pembersih akuarium, tapi kamu nggak tahu apa-apa soal tekanan air dan alat selam. Itu namanya bohongi pembaca.

3. Fisik yang Bikin Orang Mikir Dua Kali

Fisik yang unik bukan berarti dia harus punya tanduk atau ekor. Cukup detail kecil yang bikin dia menonjol. Yang nggak lazim.

Contoh:
Selalu pakai jaket tebal di tengah terik matahari.
Rambutnya selalu dicat warna-warni tapi kerjanya di kantor pajak.
Punya bekas luka bakar di tangan yang selalu ditutupi sarung tangan.
Jalan pincang tapi selalu pakai sepatu heels.
* Mata selalu menyipit seperti mengamati sesuatu, padahal dia rabun jauh.

Detail fisik ini bisa jadi hook visual yang kuat. Bisa juga jadi kunci karakterisasi. Kenapa dia selalu pakai jaket tebal? Mungkin dia menyembunyikan sesuatu. Atau mungkin dia cuma kedinginan, wkwkwk.

4. Kemampuan yang Nggak Semua Orang Punya

Oke, ini bukan soal superpower kayak bisa terbang. Ini soal skill yang jarang. Yang bikin dia punya “nilai tawar” di cerita.

Contoh:
Bisa menghafal semua plat nomor mobil yang dia lihat.
Ahli membaca bahasa tubuh orang sampai bisa tahu kalau ada yang bohong.
Jago meretas sistem keamanan tapi cuma buatdownload film bajakan.
Punya indra penciuman setajam anjing pelacak, tapi alergi parfum.
* Mampu meniru suara siapa saja dengan sempurna.

Kemampuan ini bisa jadi pemantik konflik atau solusi. Misal, karaktermu yang jago meretas itu, suatu hari harus meretas sistem penting untuk menyelamatkan seseorang, tapi dia takut ketahuan. Dramatis, kan?

5. Kesukaan yang Melawan Arus

Bikin karaktermu punya kesukaan yang bertolak belakang dengan lingkungannya. Ini cara paling gampang bikin dia menonjol tanpa perlu banyak gimmick.

Contoh:
Satu-satunya di kantor yang masih pakaihandphone jadul, padahal semua pakaismartphone terbaru.
Suka musik dangdut koplo di tengah komunitas pecinta jazz garis keras.
Penggemar berat film bisu di erablockbuster CGI.
Cinta mati masakan rumahan, padahal lingkungannya doyan fine dining.

Kesukaan yang beda ini menciptakan gesekan. Gesekan itu konflik. Konflik itu cerita.

Intinya, bre, bikin karakter unik itu bukan soal bikin dia jadi superhero. Tapi bikin dia jadi anomali yang menarik. Yang punya detail kecil tapi bikin pembaca penasaran. Yang nggak pas di tempatnya. Jadi, kamu bisa lihat dia bergerak dan bereaksi di tengah sistem yang ada.

Wkwkwk.

—

Mau karaktermu lebih hidup dan konfliknya lebih tajam? Mungkin kamu butuh panduan untuk merapikan alur dan ide-idemu. Cek Ebook “Selesaikan Naskahmu” yang bisa bantu kamu menyusun kerangka cerita biar nggak ngambang.

—